Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

FILSAFAT MODERN (Episode 1)

Descarter dan Pencarian Fondasi


 

Rene Descartes merupakan seorang tokoh yg berpengaruh di lingkungan hidup atau revolusioner dalam ke filsafatannya, Rene Descartes mengembangkan aliranya yg bernama Rasionalisme  dengan metodenya yg baru di zamannya. Filsafat bagi Rane Descartes pada waktu itu harus menemui titik pijak awalnya dari epistimologi. Rane Descartes meyakimi bahwasanya kemampuan akal dan menganggap Filsafat sebagai Matheis universal atau sebagai induk ilmu pengetahuan (Filosofi is Mather Knowladge) dimana berbagai bidang pengetahuan akan merujuk kepadanya.

Rane Descartes pada waktu itu membangun sistem pemikiran atau filsafat yunani atau dari pemikiran para tokohseperti contoh Plato dan Aristatoles. Descartes ini menginginkan Filsafat itu untuk didasarkan pada metodenya yg layak, karna metodenya itu dapat di pakai sebagai analisis kebenaran. Untuk itu pula Descartes kemudian merumuskan apa yang disebutnya sebagai skeptisisme metodis (kurang percaya)

Gagasan utama dari skeptisisme metodis ini adalah orang yg harus meragukan segala sesuatu yang bisa dipikirkan. Keraguan koheren seperti inilah bisa di aplikasikan dalam bentuk skeptisisme metodis. Misalnya keraguan tentang Tuhan dan keberadaan Tuhan. Namun demikian, satu-satunya hal yang tidak bisa diragukan dalam keraguan tersebut adalah diri yg meragukan. Jika kita meragukan, kita berfikir, dan jika kita berfikir, kita ada (if we are thinking, if we are thinking) . Frasa Cogito Ergo Sum (Aku berfikir maka aku ada) menjadi Frasa Filosofi yg paling terkenal saat itu.

Skeptisme metodis Descartes ini melahirkan wawasan yg amat pesat tentang perlunya metode yang layak untuk berfilsafat. Descartes sendiripun meyakini bahwasanya penting untuk mempunyai metode yang layak ini karena pengaruh matematika yg kuat dalam dirinya. Matematika, bagi Descartes adalah kumpulan kebenaran yang pasti, nicaya, dan kebenaran terkoneksi secara logis, serta tidak tergantung pada pengalaman. Karena itu, matematika dan metode dapat menyediakan pola pengetahuan yang paling masuk akal untuk diterima kebenarannya.

Skeptisisme metodis juga memunculkan kebutuhan akan kepastian (certainly), dalam bentuk fondasi pemekiran yang solid.  Fondasi ini akan menjadi dasar tentang apa yang nyata dan bisa diketahui (realita / ekpetasi) dan bagaimana kita hidup dengan pengetahuan tersebut (moralitas)

Cogita Ergo Sum, merupakan fondasi dari filsafat rasional yg dibangun oleh Descartes pada zamannya. Semua realitas layaknya mimpi. Jika kamu tidak bisa membuktikan bahwa dirimu bukan bermimpi, maka kamu tidak bisa membuktikan realitas itu nyata. Satu satunya realitas yg tidak bisa diragukan  adalah a self (diri yang sedang meragu). Tidak mungkin ada aktivitas mental kecuali ada orang yang sedang berfikir. Karena itu ia yang berfikir, ia ada

Mengapa Descartes penting?

Karena ada 3 hal pentingnya untuk mengetahui pemahaman Descartes seorang tokoh Filsafat Barat yaitu :

  1. ·         Pencarian Fondasi penting karena orang tidak bisa berbicara tentang kebenaran, jika belum menemukan fondasi tersebut. 
  2. ·         Mendorong orang untuk melepaskan diri dari takhayul, mistik dan tuhan.
  3.  ·         Tidak ada hal positif yg muncul dari imajinasi linguistik. Fondasi apa yang disediakan. Misalnya mimpi seorang punjaga. 

"semua akan mati terkecuali karya dan tulisannya yang tidak akan mati, maka itu penulis ajak untuk memperbanyak karya bukan gaya"