Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Kasih Kuliah (Episode 1)

   

     Kuliah adalah pendidikan tertinggi bagiku, karna kuliah itu bukan hanya ajang hiburan akan tetapi seberapa kamu mampu untuk mengembangkan diri, ilmu, wawasan dan lain-lain. Aku kuliah sebenarnya bukan keinginanku akan tetapi dorongan dan do'a seorang ibu, karna aku tidak mempunyai sesosok bapak dalam artian sudah meninggal karna tabrakan tunggal, ya sudah mau apalagi, jika taqdir sudah di kehendaki oleh tuhan.
     Aku pertama kuliah menjadi seorang Maba (Mahasiswa baru) / Mahasiswa kencur, aku bingung harus bagaimana aku mengawali kuliahku, dan pada waktu itu aku mengikuti alur yang ada karna waktu itu aku belum mempunyai pendirian yang kokoh sehingga aku kesana masuk, kesini masuk dalam artian aku dengan teman-temanku bermain masuk, ngopi masuk, diskusi masuk dan lain-lain. 
    Sehingga pada waktu itu yang di alami olehku ketika aku masuk jurusan filsafat, awal.aku diskusi di belakang Gajebo UIN Bandung aku pernah mengalami bergetarnya iman dan aqidah, waktu itu ada satu Kating (kk tingkat) yang berkata pada saat diskusi "ketika diskusi simpan dulu tuhannya, jangan dulu dibawa bawa diranah diskusi" waktu itu aku bingung apa maksud perkataan itu, aku berfikir secara fundamental / dasar dan pada hakikatnya / dasar bahwasanya "simpan dulu tuhannya" kita itu berdiskusi secara bebas berfikir karna jika kita membawa tuhan tidak selaras dengan diskusi nantinya dan aku pernah membaca satu artikel yang tulisannya menurut Ibnu sina yaitu "jika ada seseorang yang memakai logika maka pakailah dengan logika secara jernih tidak menyimpang".
     Aku berfikir seperti itu, pada akhirnya alhamdulillah waktu itu diskusi membahas tentang Dunia Shopie yang isinya 700 lembar lebih dan alhamdulillah aku mendapatkan hikmah dan maknanya bahwasanya jika di hubungkan dengan ilmu hikmah di dalam dunia shopie mungkin kata syekh Ibnu athoilah "barang siapa yang kenal tuhan maka ia kenal dengan dirinya sendiri" dalam artian beriman. Hubungannya dengan Dunia Shopie yaitu mencari dirinya sendiri yang tertera dalam awal pembukaan yaitu "Siapa Aku?" dan aku menemukan jawabannya bahwasanya aku harus mengenal tuhan terlebih dahulu karna tuhan Allah lah yang sudah menciptakan kita. 
    Setelah aku diskusi awal aku kuliah, aktivitasku di kuliah yaitu Ngopi, diskusi dan Ngopi karna waktu itu aku memang kaum Hedonis / kaum Boros dalam artian Hambur segalanya, dan aku jarang ngaji, padahal aku pesantren di UNIVERSAL tepatnya di cipadung, karna kepolosanku yang sangat menggebu gebu dan seperti kuda lepas dari kandang. alhamdulillah ketika aku UTS aku lancar menjalaninya bahkan nilaiku hampir A semua hanya beberapa yang B aku di sana tambah semangat, pada akhirnya aku mulai rajin ke perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung di sanalah lah aku mulai merintis membaca walaupun aku itu pemalas dan aku yakin bahwa aku akan semangat membaca.
    Setelah melewati UTS aku jadi rutin diskusi dimana mana dan aku tak mengenal malu dengan seseorang karna dalam pola pikirku "jika aku butuh maka lepaskan kemaluan" dalam artian di dalam hal yang positif bukan hal negatif, jikalau hal negatif banyakanlah rasa malu itulah pola pikirku.
    Aku orangnya Humoris hingga aku tak mengenal lawan jenis ketika aku bercanda, dan memang menurutku orang Humoris itu banyak memiliki Problematis karna penyimpangan candaku yang amat banyol, hingga teman-temanku menjauhiku karna aku tak bisa serius dalam interaksi. mungkin pada waktu itu aku memang banyak pikiran hingga aku melampiaskan diri dengan kebanyolanku.
    Disana aku pernah mengeluh ketika aku kuliah, karna ketidak selarasan komunikasi bahkan aku hampir mundur karna tidak ada yg menyemangatiku, orang tuaku juga berubah pikiran inginkan aku pulang ke pondok pesantren lagi, karna kurang disiplinnya di rumah. Disana aku berfikir ketika aku pulang kerumah, aku itu harus berubah sikapnya dan memposisikan diri sebagai Agen Of Change mau itu dirumah, kelas, ataupun sekaligus di masyarakat. Aku bangkit lagi dengan kelemahanku yang tidak ada daya terkecuali bantuan oleh tuhan dan alhamdulillah tuhan mengizinkan hingga takdir melainkan melanjutkan kuliah. 
    Aku tak berfikir kemana mana aku fokus kuliah dan pada waktu itu aku di ajak oleh satu orang  yang berorganisasi yaitu organisasi PMII (pergerakan mahasiswa islam indonesia) dan aku ikut MAPABA (Masa penerimaan anggota baru) disana aku mempunyai teman baru, keluarga dan ilmu pengetahuan yang manfaat, akan tetapi setelah aku ikutan MAPABA aku ngedroof karna tidak ada izin oleh seorang ibu, pada akhirnya aku mundur dan menunggu ibuku mengizinkanku mengikuti organisasi, akan tetapi aku pernah curhat bahwasanya aku tidak diizinkan untuk berorganisasi, lantas bagaimana? di sana banyak masukan doktrin yang harus di pecahkan bersama ibuku dan alhamdulillah ibu mengizinkan dan aku mulai aktif.
    Pada waktu itu akupun di cari-cari oleh pengurus KEMBARA (Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat) dan aku bingung mau apa cari-cari aku sedangkan aku itu seorang Maba yang bau kencur, dan pada akhirnya takdir menemukanku dan mengajakku untuk masuk ke KEMBARA dan alhamdulillah disana aku banyak sekali yang aku dapat dari mulai Keluarga baru hingga sampai memecahkan permasalahan masuk ke oraganisasi yang belum di izinkan oleh orang tua.
    Disanalah aku mulai sibuk dengan aktivitasku hingga aku sedikit lupa dengan teman dekatku yang dikelas, akan tetapi aku takan lupa dengan teman-temanku yang di kelas walaupun banyak problematis karna kepolosanku. Hingga sampai UAS alhamdulillah aku lancar dan mendapatkan Nilai yang memuaskan, berkat ladang usahaku tuhan melainkan taqdir untuk nilaiku. 


 "Ridho orang tua adalah Ridho Allah

Bendu orang tua adalah bendu Allah"