Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Momentum Pengalaman Seorang Coffie Kepada Seorang Penulis


         

            Pada awal tanggal 15 November 2020 malam hari di Coffie Lakker Kota Tasikmalaya, penulis mengunjungi satu Coffie yang memang  Coffie itu banyak pengunjunganya, penulis banyak mendapatkan momentum dunia wawasan dari Coffie itu salah satunya momentum yang di dapat oleh penulis yaitu Tim Berkendara Motor, sebelumnya pegawai barista (pembuat coffi) Coffie itu bernama Aries Karisman, ketika pegawai  barista itu bercerita tentang hal yang memang  bermontem untuk Berkendara Motor yaitu sebuah Tim Berkendara Motor. Penulis tiba-tiba mempunyai ide untuk menulis tentang hal itu.
        Tim berkendara motor adalah suatu kelompok yang mempunyai solidaritas tinggi. Tim ini bukanlah seperti komunitas ataupun club. Tim ini terbentuk untuk merangkul anak anak di sekitar daerah masing masing di Tasikmalaya yang berkendara motor ataupun yang sering di Coffie. Tim ini merupakan keluarga besar di sebuah Coffie ataupun di daerah masing masing Tasikmalaya dalam artian siapun itu orangnya dan kendara apa yang di gunakan tim ini tidak menilai dari sifat fisik. Terbentuknya sebuah Tim Berkendaran Motor ini karena inisiatif dan ide para pemuda di sekitar kota Tasikmalaya, karna melihat sekitar banyaknya orang apatis (orang yang acuh)  di sekitar berkendaraan motor, maka muncullah yang namanya Tim Berkendara Motor, seperti halnya seorang profesi Dokter yang mengobati pasiennya dalam artian Tim Berkendaraan Motor ini mempunyai tujuan untuk melimpahkan hobi, minat bakat, menghilangkan kegabutan dan merangkul dengan cara silih asah, asih dan asuh.

Tujuan terbentuknya Tim berkendara motor 

A.    Melimpahkan hobi

        Ketika sekarang membicarakan hobi, maka kita harus melakukannya, begitu pula  Tim Berkendara Motor, Tim Berkendara Motor ini merupakan suatu wadah untuk menemui hobi contohnya seperti sunmori, magang coffie, diskusi. Selain itu Tim Berkendara Motor ini mempunyai aktivitas  sharing, ngopi bareng, Mabar (Makan Bareng), dan lain-lain. Aktivitas ini telah di musyawarah dan di mufakatkan oleh tim, karna aktivitas ini merupakan hal yang positif untuk menambahkan dunia wawasan dalam sharing, ngopi. Mabar (makan bareng), dan lain-lain. Disitulah yang di dapatkan oleh penulis ketika pegawai barista menceritakan pengalamannya

B.    Minat bakat

        Minat bakat ini merupakan satu hal tujuan Tim karna minat bakat ini berpengaruh dalam kehidupan masa depan, menurut Aries Karisma pegawai barista yang mengatakan “mumpung masih muda semangat tinggi, cobalah untuk menghasilkan sesuatu di diri dan di lingkungan sekitar” kata kata itu berdering di dalam telingaku hingga aku ingin menulis banyak dalam dunia wawasan ini. Balik lagi kepada tujuan yaitu minat bakat, minat bakat ini bisa di diskusikan dan sharing ketika kita mempunyai bakat, contohnya seperti tahu menahu dalam pengalaman, itu bisa di paparkan dalam sharing sambil ngopi dan diskusi sambil ngopi. Di sanalah momentum kedua yang di dapat hingga bisa menulis seperti ini

C.    Menghilangkan kegabutan

        Menghilangkan kegabutan ini bukanlah dalam hal negatif akan tetapi menghilangkan kegabutan ini yaitu menghilangkan konflikasi pribadi dengan cara ngopi, makan bareng, berbagi pengalaman, dan lain-lain, semua orang mungkin pernah merasakan kegabutan yang sangat tinggi. Maka itu Tim mempunyai tips cara menghilangkan kegabutan yaitu dengan cara ngopi di Coffie ataupun membuat acara-acara Tim Berkendara Motor salah satunya sunmori seperti touring lagi.

D.    Merangkul dengan cara silih asah, asih dan asuh

        Menurut Ustadz Evie Efendi (EE) yang selalu berdering di telingaku ia berkata ketika kita gaul jangan lupa untuk GAPLEH yaitu gaul tapi sholeh. Inilah salah satu tujuan Tim Berkendara Motor agar tidak apatis di sekitarnya, silih asih kita tidak lupa untuk sopan santun kepada yang tua dan yang muda, silih asah berbagi pengalaman ataupun mencurahkan konflik pribadi dan internal Tim, dan asuh merawat Tim dengan cara saling menyayangi satu sama lain di dalam keluarga Tim.
    Terkadang di dalam Tim mempunyai masalah internal akan tetapi itu hal biasa, contohnya seperti halnya menjelekan Timnya sendiri, Tim Berkendara Motorpun tidak hanya diam ketika salah satu anggotanya menjelekan, bahkan Timpun anggota yang lain menawarkan “apakah masih ingin bergabung jika tidak sudah tak apa-apa”, ini merupakan individualisme ketika perpecahan Tim mempunyai masalah. Berbeda dengan komunitas dan club jika mempunyai masalah komunitas dan club ini bubar semua secara drastis sedangkan Tim Berkendara Bermotor Tidak akan tetapi sifatnya individualisme dalam artian jika ingin keluar silahkan jika tidak alhamdulillah. Sifat syukur ini merupakan keyakinan dalam Tim Berkendara Motor untuk pondasi kedepanya.


struktural ketika ada acara di perjalanan

1.    Learder depan

        Leader depan ini berfungsi  untuk penunjuk jalan, untuk anggotanya agar tidak berpencar didalam Tim, leader depan ini bukan saja penunjuk jalan akan tetapi sebagai penanggung jawab berkendara seperti kesalamatan Tim dalam acara di perjalanan

2.    Block jalan

        Block jalan ini berfungsi sebagai garis line dalam artian menjaga Tim agar tidak speed dalam berkendaraan. Itulah block jalan di dalam Tim.

3.    Leader belakang

        Leader belakang befungsi sebagi mengawal Tim agar Tim tidak tertinggal di acara perjalanan.

        Itu adalah pengalaman ketika ada acara di perjalanan, sedikitnya bisa dikatakan touring atau sunmori. Penulis banyak terimah kasih atas dunia wawasannya, karna tanpa bercerita penulis tidak bisa apa-apa. Masih banyak momentum pengalaman seorang pegawai barista, penulis terinpirasi untuk membuat tim di daerah penulis, karna adanya Tim, berkendara motor menjadi sejahtera dan damai. Mohon maaf jika ada yang tidak keselarasan menulis karna penulis manusia yang terkadang salah maka maafkan penulis.


“jadikanlah kegabutanmu menjadi penghasilan sehari hari seperti halnya melampiaskan hobimu dalam bekerja”