Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu . Ilmu dan pengetahuan memiliki peranan penting dalam tiap aktivits berfikirnya manusia. Ilmu dan pengetahuan sendiri mempunyai 2 kata yang berlainan arti, yakni Ilmu sebagai pengetahuan mengenai satu bidang yang sudah di atur secara sistematis dengan cara tertentu. Dan pengetahuan ialah suatu hal yang sudah kita kenali. Ilmu yang dipunyai manusia sebelumnya benar-benar sederhana tapi lama kelamaan lagi berkembang dan mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

1. KEBENARAN DAN KEMAJUAN

"kutowijoyo, 2006:4"

  • Agama, filsafat, kesenian >> Kebenaran (Non comulatif artinya tidak bertambah)
  • Fisika, Teknologi, Kedokteran>>Kemajuan (Comulative artinya bertambah) 

2. RELASI IPTEK DENGAN NILAI BUDAYA DAN AGAMA

  • Iptek, Nilai budaya dan Agama(Human religius)
  • Agama, Nilai Budaya dan IPTEK(Sekuler)
  • Nilai Budaya, Agama, IPTEK (Semi Sekuler)

"das Solem ideologi Pancasila berperan sebagai leading principle dalam kehidupan ilmiahbangsa Indonesia"

3. KONSEP PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

  • PERTAMA, Bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek ) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila.
  • KEDUA,Bahwa setiap Iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai nilai Pancasila sebagai faktor internal engembangan Iptek itu sendiri.
  • KETIGA, Bahwa nilai nilai Pancasila berperan sebagai rambu normative bagi pengembangan Iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan Iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
  • KEEMPAT, Bahwa setiap pengembangan Iptek harus berakar dari budaya dan Idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu)

4. URGENSI PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

  • Renungan dan Refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
  • Tuntutan moral bagi para illmuan dalam pengembangan Iptek di Indonesesia
  • Orientasi yang jelas untuk menyaring dan menagkal pengaruh nilai nilai global yang tidak sesuai dengan nilai nilai kepribadian bangsa Indonesia.

5. MENGAPA PANCASILA DIPERLUKAN SEBAGAI DAAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA?

  • Kerusakan lingkungan yg ditimbulkan oleh iptek.
  • sarana untuk mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang berpengaruh pada cara berpikir dan bertindak pragmatis
  • Nilai nilai kearifan lokal yang menjadi simbol kehidupan di berbagai daerah mulai digantikan dengan gaya hidup global

6. SUMBER HISTORIS PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILLMU DI INDONESIA

  • pembukaan UUD 1945(Mencerdaskan kehidaupan bangsa)
  • Nilai nilai sipiritualitas, kemanusiaan, solidaritas kebangsaan, musyawarah, dan keadilan
  • Kuliah umum pancasila 1958-1959(Pancasila sebagai Blueprint)
  • Seminar Pancasla sebagai Orientasi Pengembangan Ilmu di UGM pada 15 Oktober 1987 "asas dan Pendirian hidup

7. SILA SILA PANCASILA DALAM SISTEM ETIKA ILMIAH 

Sila Pertama

Menlenkapi ilmu pengetahuan dengan menciptkan perimbangan antara yang irasional dan rasional, antar rasa dan akal. Sila pertama ini, menempatkan manusia dalam alam semesta sebagai bagianny, bukan sebagai pusat dan tujuan, serta menuntut tanggung jawab sosial dan intergenerasional dari ilmuan dan teknologi.

Sila Kedua,

Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan.

Sila Ketiga, 

Melengkapi Universalisme dan nternasionalisme dalam sila sila yang lain sehingga suprasistem tidak mengabaikan sistem dan subsisem dibawahnya. Aspek universal dan lokal harus dapat hidup secara harmonis dengan tidak saling merugikan.

Sila Keempat, 

Mengimbangi autodinamika ipek, serta mencegah teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa. Percobaan, Penerapan, dan penyebaran illmu pengetahuan harus mencerminkan semangat demokratrats dan perwakilan rakyat harus dapat memusyawarahkannya sejak dari kebijakan penelitian sapai ke penerangan massal hasil hasilnya.

Sila Kelima, 

Menekankan ketiga keadilan Aristoteles( distributif, legalis, dan komulatif) dalam pengembangan, pengajaran, penerapan Iptek. Keadilan social juga menjaga keseimbangan antara individu dan masyarakat.

7. PENERAPAN PANCASILA SEBAGAI ETIKA ILLMIAH

  • Hormat terhadap hayat (Penerapan sila I)
  • Persetujuan sukarela untuk eksperimen dengan penerangan yang cukup dan benar tentang guna dan akibatnya(II dan IV)
  • Tanggung jawab sosial Ilmu pengetahuan dan Teknologi harus lebih penting daripada pemecahan persoalan ilmiah(sila II dan V) Pelestarian lingkungan melewati generasi(sila I,II,V)


8. PANCASILA SEBAGAI ORIENTASI PENGEMBANGAN HUMANIORA DI INDONESIA

Tafsir Koentowijoyo

"Pancasila diletakan sebagai kekuatan normaif humanisasi yang melawan kekuatan kecenderungan naturaisasi manusia, dan kesadaran, mekanikasi manusia, dan kesadaran teknik. Pancasila sebagai kerangka kesadaran normatif humanisasi dapat merupakan dorongan ke arah dua hal penting yakni universalisasi dan transendentalisasi."

Bertitik tolak dari kesadaran bahwa hidup di tengah tengah tiga 

  1. lingkungan-Lingkungan Sosial(Organisasi sosial, strafikasi, sosialisas, gaya hidup, dan sebagainya) 
  2. Lingkungan Material (Lingkungan buatan manusia sperti rumah, jembatan, peralatan dan lain lain.
  3. Lingkungan 
  4. Simbolik (Segala sesuatu yang melputi makna dan komusnikasi seperti bahasa mite, nyanyian, seni, upacara, tingkah laku, konsep, dan lain sebagainnya

9. KEDUDUKAN PANCASILA SEBAGAI COMMON DENOMINATOR VALUES

Pengembangan ilmu dan teknologi seharusnya dikaitkan dengan nilai nilai Pancasila sebagai common, denominator values, yakni nilai nilai yang disepakati bersama sama oleh bangsa Indonesia, sekaligus sebagai kerangka acuan bersama.

Pancasila :

  • Operational Science(Relagularity accurring phenomena)
  • Counter Values 
  • Counter Curlture
  • Non-origin(Science)

"Pancasila merupakan landasan dari kebijakan pengembangan ilmu pengetahuan"

  • Pengembangan illmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyrakat
  • Ilmu pengetahuan ditujukan bagi pegembangan kemanusiaan dan dituntun oleh nilai nilai etis yangbedasarkan kemanusiaan.
  • Iptek merupakan unsur yang :menghomogenisasikan" budaya sehingga merupakan unsur yang mempersatukan dan memungkinkan komusikasi antarmasyarakat
  • Prinsip demokratis akan menuntut bahwa penguaasaan iptek harus merata ke semua masyrakat karena pendidikan merupakan tuntutan seluruh masyrakat.
  • Kesenjangan dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata

10. PANCASILA SEBAGAI ORIENTASI PEMBANGUNAN BANGSA DAN PENGEMBANGAN ETIKA ILMU PENGETAHUAN

  • Mengembangkan Iptek Terlebih yang menyangkut manusia selalu menghormati marabat manusia, misalnya dalam rekayasa genetic
  • Iptek haruslah meningkatkan kualitas hidup manusia, baik sekarang maupun di masa depan
  • Mengembangkan Iptek hendaknya membantu pemekaran komunitasmanusia, baik lokal, nasional maupun global-Iptek harus terbuka untuk masyaarakat ; lebih lebih yang memiliki dampak langsung kepada kondisi hidup masyrakat-Iptek hendakya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil

11. PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN ILLMU EKONOMI (CIRI EKONOMI PANCASILA)

  1. Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral.
  2. Kehendak kuat dari seluruh masyrakat ke arah kemerataan sosial (egalitarianism)
  3. Prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang di tangguh yang berarti nasionalisme menjiwai tiap kebijakan ekonomi
  4. Koperasi merupakan saka guru perekonomian dan merupakan bentuk paling konkret dari usaha bersam.
  5. Adanya imbangan yang jelas dan tegas anatar perencanaan ditingkat nasional dan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi untuk menjamin keadilan sosial

12. SUMBER SOSIOLOGIS PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PANGEMBANGAN ILMU DI INDONESIA

"Penolakan masyrakat atas rencana pembangunan pusat pembangkit listrik tenaga nuklir di semenanjung Mura beberapa tahun yang lalu. Penolakan masyrakat terhadap PLTN di Semenanjung Muria didasarkan pada kekhawatiran atas kemungkinan kebocora Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Chernobyl Rusia beberapa tahun yang lalu. Trauma nuklir berkaitan dengan keselamatan reaktor nuklir dan keluaran limbah radioaktif yang termasuk kedalam  kategori limbah beracun. Kedua isu tersebut memicu dampak social sebagai akibat pembangunan PLTN, Bukan hanya bersifat standar seperti terciptanya keselamatan kerja, kesempatan berusaha, timbulnya gangguan kenyamanan karena kemacetan lalu lintas, bising, getaran, debu, melainkan juga dampak yang bersifat khusus, seperti rasa cemas, khwatir dan takut yang besarnya tidak mudah dikuantifikasi. Dalam terminalogi dampak sosial, hal yang demikian itu dinamakan perceived impact, dampak yang dipersepsikan" 

(sumber:suara merdeka, 8 Desember 2006)

13. SUMBER POLITIS PANCASILA SSEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU DI INDONESIA

  •  Era Orde Lama
  •  Era Orde Baru
  •  Era Reformasi

 14. TANGTANGAN PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU

  •  Kapitalisme
  •  Globalissasi
  •  Konsumerisme
  •  Pragnistisme

 15. ESENSI PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

  •  Kesadaran bahwa manusia hidup di dunia ibarat sedang menempuh ujian dan hasil ujian akan menentukan kehidupannya yang abadi di akhirat nanti
  •  Memberikan arahan, baik bersifat universal maupun khas terhadap illmuan dan ahli teknik di Indonesia bedasarkan asas kemanusiaan atau humanisme
  •  Memberikan landasan esensial bagi kelagsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Untuk itu , Ilmuan dan ahli teknik Indonesia perlu menjungjung tinggi asas Persatuan Indonesia ini dalam tugas tugas profesionalnya
  •  Memberikan arahan asa kerakyatan, yang mengandung arti bahwa embentukan Negara Republik Indonesia ini adalah oleh dan untuk semua rakyat INDONESIA
  •  Memberikan arahan agar selalu diusahakan tidak terjadi jurang(gap) kesejahtraan di antara bangsa Indonesia.

16. URGENSI PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

  •  Perkembangan ilmu dan teknologi di Indonesia dewasa ini tidak berakar pada nilai nilai budaya bangsa Indonesia sendiri sehingga ilmu pengetahuan yang dikembangkan di Indonesia sepenuhnya berorientasi pada barat (Western Oriented)
  •  Perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia lebih berorientasi pada kebutuhan pasar sehingga prodi-prodi yang "laku keras" di perguruan tinggi Indonesia adalah prodi prodi yang terserap oleh pasar (Dunia Industri)
  •  Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indnesia belum melibatkan masyrakat luas sehingga hanya menyejahtrakan kelompok elite yang mengembangkan ilmu (Scientist Oriented)