Pancasila Sebagai Sistem Ilmiah Sebagai Sistem Filsafat

Pancasila Sebagai Sistem Ilmiah Sebagai Sistem Filsafat. Pancasila ialah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari 2 kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila adalah rumusan dan pedoman kehidupan berkebangsaan dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila Sebagai Sistem Ilmiah Sebagai Sistem Filsafat

Pancasila Sebagai Sistem Ilmiah Sebagai Sistem Filsafat

Syarat Sistem Ilmiah


Ber metode 

Bermetode. Metode yang dipakai dalam pendekatan pancasila adalah analitiko-sintesis. Dengan menganalisis objek tersebut diambil satu sintesis untuk dapat merumuskansecara umum, sehingga dapat dipakai sebagai pedoman.


Sistematis 

Pancasila sebagai sistem Ilmiah juga bersifat sistematik. Satu ilmu harus mempunyai satu kesatuan yang bulat dan utuh.


Ber objek 

Berobjek. Pancasila yakni hasil budaya bangsa Indonesia. Objek pembahasan Pancasila tidak dapat dilepaskan dengan objek material, yaitu bangsa Indonesia dan segala aspek pola budayanya. Obejk formal Pancasila adalah berupa pelaksanaan Pancasila dalam praktek kenegaraan secara resmi, segi yudiris kenegaraan.


Kebenaran bersifat Universal 

Hakikat kebenaran rumusan Pancasila adalah bersifat universal, yaitu unsur Pancasila adalah bersifat abstrak, umum, dan universal(pancasila diyakini oleh masyrakat yg diyakini dan sebagai pandangan hidup, diakui oleh semua golongan, satu kesatuan yg sifatnya umum) .


Teori Kebenaran Pancasila


Teori Koherensi

Pernyataan dianggap benar jika penyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.


Teori Korespondensi 

Satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungaan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.


Teori Pragmatik 

Teori Pragmatik ialah nilai kebenaran proposisi di ukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis aatau tidak


Pancasila Sebagai Sistem Filsafat


Kompleksita dari bagian bagian:

Ada ketergantungan anatara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya alam sistem tersebut. Tercipta suatu hubungan dari bagian yang ada dalam sistem. Hubungan tersebut menciptakan suatu proses yang sistematis.


Sistem Filsafat Pancasila yang Bersifat Organis

Sila sila Pancasila itu merupakan suatu kesatuan dan ketuhan yaitu setiap sila merupakan unsur(bagian yang mutlak) dari Pancasila. Maka Pancasila merupakan suatu kesatuan yang majemuk tunggal. Konsekuensinya setiap sila tidak dapat berdiri sendiri-sendiri terlepas dari sila-sila lainnya serta diantara sila satu dan lainnya tidak bertentangan.


Pancasila Sebagai Filsafat Bangsa Dan Negara Indonesia

Dengan Munculnya 3 Konsensus, yakni:

  1. Kesepakatan tentang landasan pemerintah atau penyelenggaraan Negara(The rule of law) Basis pemerintahan didasarkan atas aturan hukum dan konstitusi kesepakatan ini bersifat dasariah, karena menyangkut dasar dasar dalam kehidupan penyelenggaraan negara.
  2. Kesepakatan tentang tujuan dan cita-cita bersama (the general goal of society of general acceptance of the same philosophy of goverment) Berkenaan dengan cita cita bersama dan kesamaan kepentingan yang harus hidup ditengah tengah pluralisme atau kemajemukan. Aatau disebut filsafat kenegaraan atau platforma atau kalimatun sawa diantara warga masyarakat dalam konteks kehidupan bernegara(assiddiqie, 2005-26)
  3. Kesespakatan tentang bentuk institusi institusi dan prosedur ketatanegaraan (the form of institutions and procedures) Berkenaan dengan (1) bangunan organ negara dan prosedur prosedur yang mengatur kekuasaanya (2) Hubungan hubungan antar organ negara itu satu sama lain, serta (3) Hubungan anatar organ organ negara itu dengan warga negara.


Ketuhanan Pada Hakekatnya adalah Tuhan Yang Maha Esa

sesuatu yang diyakini mempunyai kekuatan dan kemampuan diatas kemampuan manusia yang bisa mempengaruhi hidup manusia.(Pancasila adalah tentang nilai nilai ketuhanan yang kemudian diwujudkan iamn religius ala pancasila yakni kehidupan masyrakat Indonesia yang bisa saling menghargai, toleran, dan ramah jadi tidak mementingkan ego, amarah, emosi dan perbedaan tapi kebalikan dari itu nilai nilai kebaikannya)


Kemanusiaan Pada Hakekatnya adalah Manusia

  1. Raga atau tubuh (bersifat statis) artinya kita sebagai kita sebagai manusia tubuh kita ini statis aja sebenarnya atau diam, meskipun kita bisa tumbuh tetapi sesungguhnya tidak mengalami perkembangan.  
  2. Jiwa (bersifat dinamis) artinya jiwa kita bisa ya kalo didalam istilah dalam Islam dimana iman kita bisa naik atau turun 

Sifat Manusia dibagi dua yaitu :
  1. Mahluk Individu
  2. Mahluk Sosial (Mahluk Tuhan yang Terikat)


Persatuan Pada Hakikatnya adalah Satu

Meskipun kita berbeda beda tetapi kita mempunyai ciri khas tidak bisa di pecah belah kemudian memiliki kepribadian hakikatnya kita adalah satu, umat manusia ini.Meskipun bebeda Agama, suku, Ras tetapi hakikatnya kita sama manusia.


Kerakyatan Pada Hakikatnya adalah Rakyat

Dalam sistem pemerintahan kita, meskipun yang menjalankan kedaulatan adalah pemerintah tetapi pemegang penuh kekuasaan kedaulatan adalah Rakyat sehingga ketika muncul berbagai kebijakan yang tidak sesuai maka rayat bisa komoder hak haknya melalui berbagai jalan misalnya memlaui demontrasi, yang penting tidak anarkis kemudian kita bisa mengajukan demo review dan lainnya itu adalah bagian hakekat rakyat itu sendiri. 

Bagaimanapun juga rakyat adalah sistem demontrasi kita merupakan pemegang hak kedaulatan tertinggi. kedaulatan tertinggi ditangan rakyat dan dilaksanakan sesuai undang-undang jadi sudah jelas bagaimanapun rakyat pemegang kedaulatan penuh dalam sistem demokrasi yang diatur oleh undang undang.


Keadilan Pada Hakikatnya adalah Adil

Adil berarti memberikan kepada diri sendiri atau orang lain apa yang menjadi hak yang dikontrol dengan kewajiban. (Nah dalam konteks ini keadilan harus seimbang antara hak dan kewajiban tidak boleh menyimpang, harus satu sama lain sehingga dalam konteks ini keadilan bukan berarti memberikan yang sama tetapi proporsional ini intinya ya , inti dari keadilan itu sendiri)


Keadilan Menurut Plato Terdiri dari Dua Bagian 


Keadilan Komulatif (Memberi hak sama) 
Keadilan Komulatif (Memberi hak sama) tentu ini dengan catatan seseorang yang bekerja ditempat yang sama dengan jabatan yang sama dan memiliki hak yang sama.

Keadilan Distributif (Proporsionalitas)

Keadilan Distributif (Proporsionalitas) tergantung bagaimana kinerja, bagaimana posisi atau jabatannya nah ini yang dimaksud keadilan distributif. Di distribusikan dengan konteksnya jadi adil dibagi menjadi dua keadilan komulatif dan keadilan distributif.


Itulah Pancasila Sebagai Sistem Ilmiah Sebagai Sistem Filsafat yang dapat kami rangkum, Semoga bermanfaat.

Referensi Artikel diatas merupakan bersumber dari sebuah video, yakni dibawah ini.